Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HM Sisfo) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) gelar aksi penanaman mangrove. Kegiatan berlangsung di kawasan Pantai Tirang, bersama dengan warga Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata mahasiswa bersama warga dalam menjaga kelestarian hidup. Sekaligus menyemarakkan Hari Kemerdekaan yang ke-80 Republik Indonesia. 

Ketua Tim PPK Ormawa HM Sisfo Udinus, Sekar Ambarwati mengungkapkan bahwa aksi ini menjadi simbol bahwa seremoni kemerdekaan tidak hanya dapat diisi dengan lomba ataupun upacara. Melainkan melalui kontribusi nyata untuk masa depan bumi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kampung iklim yang diusung oleh timnya.

“Bertujuan memberdayakan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Ratusan bibit mangrove ditanam secara serentak oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari mahasiswa, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, pelaku UMKM, hingga komunitas peduli lingkungan,” jabarnya.

Keterlibatan aktif warga Kelurahan Tugurejo tak luput dari apresiasi Dosen Pendamping Tim, Asih Rohmani, M.Kom. Menurutnya, mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan mahasiswa sebenarnya menjadi tantangan tersendiri. “Warga menunjukkan antusiasme luar biasa. Ini adalah bentuk sinergi yang patut dicontoh,” tegasnya.

Urgensi Penanaman Mangrove

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penanaman mangrove di Pantai Tirang memiliki urgensi ekologis yang tinggi. Wilayahnya rentan rerhadap dampak perubahan iklim, abrasi, dan intrusi air laut, sehingga perlu benteng alami. 

“Akar mangrove yang kuat bisa menahan erosi dan menjaga stabilitas tanah. Sekaligus menyaring polutan dan menjaga kualitas air,” lanjutnya. 

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tugurejo, Munjaenah, S.E., menambahkan bahwa pelestarian mangrove bukan hanya terkait lingkungan. Namun, dapat berdampak pula bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Jika ekosistem ini rusak, maka sumber pangan dan mata pencaharian warga, terutama nelayan dan petambak, ikut terancam,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat menyambut baik program dari Tim PPK Ormawa HM Sisfo Udinus. Apalagi, terdapat sesi diskusi dimana mahasiswa dan warga dapat saling bertukar pikiran untuk menemukan solusi yang tepat. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. Humas FIK)