Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Karir dan Alumni Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus menunjukkan komitmennya dalam menjembatani lulusan dengan dunia kerja internasional. Kali ini, bekerja sama dengan Osaka Bunka Kokusai Gakkou (OBKG) Semarang dan Jayadi Global Education Center (JGEC), untuk menyelenggarakan seminar persiapan karier bertajuk “Future Career Plan in Japan” pada Rabu (10/12).

Berlangsung di Aula Auditorium Gedung H lantai 7 Udinus, acara bertajuk seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dari mahasiswa maupun alumni Udinus. Menghadirkan dua narasumber ahli yang merupakan perwakilan instansi yang bergerak di bidang khusus untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk bekerja di Jepang.

Kepala UPT Layanan Karir dan Alumni Udinus, Dr. Heribertus Himawan, S.Kom., M.Kom., turut hadir memberikan sambutan dan membuka acara secara resmi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi peluang bagi mereka yang berminat bekerja di Negeri Sakura. Ia menegaskan saat ini peluang kerja bagi sarjana di luar negeri, khususnya Jepang, sangat terbuka lebar dan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Kegiatan ini sebagai upaya nyata Udinus untuk memberikan peta jalan bagi mahasiswa dan lulusannya agar memahami pasar kerja Jepang. Kami ingin mahasiswa Udinus siap bekerja, dan juga paham bagaimana merencanakan karier jangka panjang di level internasional,” ujarnya.

Peluang Besar dan Kesenjangan Gaji

Secara garis besar, sesi pemaparan materi pertama diisi oleh Mangesti Hapsari, S.Kom., selaku Branch Manager OBKG Semarang. Ia menyoroti perbedaan signifikan antara gaji rata-rata lulusan baru atau fresh graduate di Indonesia dan Jepang. Jika di Indonesia rata-rata gaji awal berada di kisaran Rp5 juta, di Jepang angkanya bisa mencapai Rp23 juta.

“Terlebih lagi saat ini perusahaan Jepang sangat gencar merekrut tenaga kerja asing bukan hanya untuk mengisi kekurangan tenaga kerja saja. Tetapi juga untuk mendapatkan perspektif baru dan revitalisasi internal perusahaan,” jelasnya.

Selain prospek tersebut, Mangesti juga menegaskan bahwa pemahaman pembuatan visa sesuai kebutuhan sangat diperlukan. Seperti visa student untuk mahasiswa, serta Visa Engineer untuk lulusan teknik, dan Visa Tokutei Ginou (SSW) untuk alumni.

Sementara itu, melengkapi materi kuliah umum, Ugahary Riffung, Director of Talent Management JGEC, memberikan materi mendalam mengenai strategi pemilihan jalur karier. Ia menekankan pentingnya bagi lulusan sarjana untuk membidik posisi dengan Visa Engineer dibandingkan Visa Tokutei Ginou (SSW).

Visa Engineering menurut kami menawarkan jenjang karier yang lebih stabil dan memiliki benefit jangka panjang yang lebih menguntungkan. Keuntungan lainnya, visa ini bisa diperpanjang tanpa batas waktu, memungkinkan membawa keluarga ke Jepang, serta membuka peluang untuk mendapatkan Permanent Resident,” ungkap Ugahary.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, para peserta terlihat antusias menggali informasi lebih dalam mengenai teknis pendaftaran dan kualifikasi bahasa yang dibutuhkan untuk segera terbang ke Jepang. Melalui kolaborasi UPT Layanan Karir dan Alumni Udinus dengan OBKG dan JGEC, harapannya para peserta mendapatkan informasi yang valid dan komprehensif, mulai dari persiapan bahasa hingga strategi pemilihan visa kerja yang tepat.