Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus melebarkan sayap pengabdian masyarakat ke kancah internasional. Kali ini, mereka berkolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia untuk memperkuat edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan dalam pacaran di kalangan mahasiswa.
Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dilaksanakan langsung di kampus Fakulti Sains Kesihatan, UiTM Selangor (USC), Malaysia, beberapa pekan lalu. Kegiatan ini diketuai oleh dosen Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Aprianti, M.Kes., bersama anggota tim yang terdiri dari dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Dr. Respati Wulandari, M.Kes., serta dosen Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Izzatul Alifah Sifai, M.P.H.
Aprianti menjelaskan bahwa tema yang diusung yakni ‘A Comprehensive Model of Reproductive Health Education in Malaysia and Indonesia: Education Model for Overcoming Dating Violence’. Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan edukasi kesehatan reproduksi yang ramah remaja.
“Melalui pengabdian ini, kami menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) untuk mencetak peer educators yang diikuti 16 mahasiswa dari Kesehatan Masyarakat Udinus dan Keperawatan UiTM. Para peer educators ini akan memfasilitasi diskusi kelompok kepada 40 mahasiswa lainnya di masing-masing negara,” jelasnya pada Senin (19/01).
Langkah tersebut diambil oleh tim sebagai upaya intervensi untuk mengurangi perilaku seksual berisiko, mencegah kehamilan tidak direncanakan, hingga meminimalkan dampak psikologis akibat kurangnya pemahaman tentang relasi yang sehat.
Pengembangan Model Sosialisasi
Dalam pelaksanaannya di Malaysia, tim Udinus didampingi langsung oleh akademisi UiTM. Mereka adalah Associate Professor Department of Basic Sciences Faculty of Health Sciences, Dr. Ajau Danis, dan Senior Lecturer Department of Basic Sciences Faculty of Health Sciences Universiti Teknologi MARA Selangor, Dr. Farrah Shafeera Binti Ibrahim.
Dr. Ajau Danis menyampaikan bahwa kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan selaras secara akademik. Tak hanya sekadar pelatihan, program ini menargetkan luaran berupa pengembangan metode dan model sosialisasi yang komprehensif.
“Kegiatan ini diharapkan bisa mendorong terbentuknya komunitas peer educator yang solid di kedua negara, sehingga edukasi mengenai pencegahan kekerasan dalam pacaran dapat terus berjalan,” terangnya.
Berbagai media edukasi seperti modul pembelajaran, poster, dan media visual juga dikembangkan. Tujuannya agar luaran ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah program selesai.
Adapun program ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Udinus melalui Hibah Internal skema PKM-KI. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. Tim Pengabdian)






