Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) konsisten berpartisipasi dan berprestasi dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa. Sebagai upaya mempertahankan semangat dan prestasi tersebut, Biro Kemahasiswaan (Bima) Udinus menggelar kegiatan ‘Pendampingan Penyusunan Proposal PPK Ormawa’.
Diikuti oleh ratusan peserta dari mahasiswa hingga dosen pada Senin, (02/02), kegiatan berlangsung di Aula Gedung E lantai 3 Udinus Semarang, dengan mengusung tema ‘Berkarya Nyata, Berdampak Bersama, Menuju Abdidaya 2026’.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus, Prof. Dr. Kusni Ingsih, M.M., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Ormawa Udinus selalu mengikuti kegiatan tersebut dari tahun ke tahun. Ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama di bidang pengabdian masyarakat.
“Tahun kemarin, kita mendapatkan 7 proposal didanai, 5 di antaranya masuk ke Abdidaya. Kita juga mendapatkan 7 anugerah penghargaan. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.
Prof. Kusni juga mengajak mahasiswa untuk membawa semangat mahasiswa tidak hanya dalam internal ormawa saja, tetapi juga menyalurkannya ke masyarakat. Sebagai wujud nyata kebermanfaatan, sehingga ormawa berdampak lebih luas.
“Kita melakukan pengabdian, sesuai dengan bidang kegiatan adik-adik ormawa. Supaya kegiatan kita bisa turut dirasakan oleh masyarakat manfaatnya,” tegasnya.
Arahan untuk PPK Ormawa 2026

FOTO: Pemaparan Prof. Parmin dalam Sesi Penyampaian Materi
Kegiatan tersebut menghadirkan salah satu narasumber ahli yang sudah berkecimpung di ranah PPK Ormawa, yakni Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. Ia hadir langsung untuk memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa. Sebelum menyampaikan materi, Prof. Parmin mengapresiasi ekosistem di Udinus terkait kegiatan PPK Ormawa.
“Ekosistem di Udinus sudah terbentuk. Semangat sudah terjaga, ekosistem, dan support system bagus. Ormawa sudah bagus juga. Tugas adik-adik ormawa tahun ini tinggal menjaga saja,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, salah satu reviewer PPK Ormawa 2025 itu mengungkapkan beberapa hal yang bisa dipersiapkan oleh Udinus. Dengan mengoptimalkan peran 5 komponen yang terlibat. Dimulai dengan membentuk tim reviewer internal.
“Bentuk tim reviewer internal yang semakin kuat. Dosen-dosen yang sukses di PPK Ormawa di Udinus kan sudah banyak. Nah tinggal disatupadukan untuk menghasilkan sub proposal yang top. Dari sisi pengelolaan perguruan tinggi, kuatkan di reviewer internal,” ungkapnya.
Komponen kedua yaitu peran dosen pendamping yang harus terlibat aktif sejak awal pemilihan topik dan lokasi desa binaan. Dilanjutkan peran komponen lainnya seperti ormawa, tim pelaksana, dan pemerintah desa yang harus terlibat aktif sejak awal sesuai peran masing-masing.
“5 komponen ini punya kontribusi yang kuat untuk menghasilkan sub-proposal yang kuat pula. Dalam penyusunan sub-proposal, harus mengikuti buku panduan terbaru dan memperhatikan bagian-bagian yang dinilai supaya mendapatkan nilai yang maksimal,” lanjutnya.
Prof. Parmin juga mengingatkan civitas academica untuk tetap teliti dalam seluruh proses. Mulai dari penyusunan proposal, hingga pengiriman ke sistem. Melalui kegiatan ini, harapannya mahasiswa dan dosen yang terlibat dapat memahami dan mulai memiliki gambaran untuk pelaksanaan PPK Ormawa 2026. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Humas Udinus)






