Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menyiapkan mahasiswanya untuk memiliki keterampilan praktis di bidang keselamatan dan kebencanaan. Komitmen ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan The workshop Pemadaman Kebakaran (Damkar) oleh Undergraduate Public Health Department (Kesmas) yang berlangsung baru-baru ini.
The workshop ini diikuti oleh 191 mahasiswa semester 5 yang mengambil mata kuliah Bencana dan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan dan pencapaian kompetensi pembelajaran pada mata kuliah tersebut. Dalam pelaksanaannya, Udinus bekerja sama dengan PT Global Safety sebagai mitra dan pendukung teknis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian materi yang berlangsung di Gedung E lantai 3 Udinus Semarang. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mendasar mengenai konsep segitiga api, jenis-jenis kebakaran, serta prinsip dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Kaprodi Kesmas Udinus, Dr. Eti Rimawati, S.K.M., M.Kes., menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan teori sebelum mengikuti praktik lapangan. Ia berharap mahasiswa memahami konsep kebencanaan secara teoretis dan praktis.
“Prodi Kesehatan Masyarakat Udinus terus berupaya menghadirkan kegiatan pembelajaran aplikatif sebagai bagian dari penciptaan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Keterampilan Praktis
Setelah mendapat bekal yang cukup, mahasiswa diajak untuk melakukan praktik pemadaman kebakaran. Berlangsung di Lapangan Parkir Udinus, mereka dilatih melakukan pemadaman api secara langsung menggunakan metode tradisional serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Mahasiswa diajarkan langsung oleh praktisi K3 dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, yakni Abdul Wachid, M.M. Sebagai instruktur, Wahid memberikan wawasan praktis yang aplikatif berbasis pengalaman lapangan, sehingga menjadi nilai tambah yang memudahkan mahasiswa memahami penerapan K3 secara nyata di dunia kerja.
“Tidak hanya belajar teknik pemadaman yang benar, mahasiswa juga diajarkan prosedur keselamatan diri saat menghadapi kondisi darurat kebakaran,” tegasnya.
Melalui workshops tersebut, mahasiswa dapat mengasah keterampilan praktis, sikap tanggap darurat, serta kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. Humas FKes)






