Mahasiswa dari Undergraduate Public Health Department The Health Science Faculty at Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Nadia Rizky Fadillah, berhasil raih prestasi di kancah nasional. Yakni, pada ajang The 4th Indonesian Public Health Olympiad, cabang lomba Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Pilmapreskesmas), yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Pada ajang yang digelar oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) itu, mengusung tema ‘Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat dalam Mendukung Pencapaian Asta Cita’.
Nadia berhasil meraih Juara Harapan 3, dan mengungkapkan rasa senang dan bangganya atas prestasi terbarunya ini. Salah satunya karena ia melalui kompetisi tersebut secara individu dan harus melewati tingkat regional terlebih dahulu.
“Selama proses seleksi nasional. peserta diseleksi secara online melalui berkas. Seperti capaian unggulan, video murni dalam Bahasa Inggris, serta naskah gagasan kreatif (GK). Di samping itu, juga harus mempersiapkan poster untuk GK dan data diri,” ujarnya pada Kamis (06/11).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pesaing yang harus dihadapi sangat berat. Rata-rata berasal dari universitas bergengsi dan pilar pendiri Kesmas di Indonesia. Tidak hanya itu, peninjau merupakan Dewan Pengawas sekaligus Ketua AIPTKMI.
“Saat grand final, semua yang menjadi juri adalah profesor Kesmas dan tokoh yang expert di bidang kesmas. Berperan penting dalam upaya pencegahan dan promosi kesehatan di Indonesia. Sesi tanya jawab juga dilalui menggunakan Bahasa Inggris bersama juri profesor,” ungkapnya.
Ciptakan Aplikasi DiabeCheck
Untuk bisa sampai ke titik tersebut, Nadia melakukan analisa apa yang dibutuhkan masyarakat dan muncul ide membuat aplikasi berjudul ‘DiabeCheck’. Aplikasi dengan platform mobile ini sudah dipersiapkannya melalui riset penyakit diabetes melitus yang sedang terjadi di wilayah Kota Semarang.
“Selama mengikuti perlombaan ini, saya menciptakan aplikasi yang digunakan untuk mempermudah pemantauan gula darah secara rutin bagi pasien. Dalam tahapannya saya juga menyusun gagasan kreatif sesuai tema dan membuat parameter untuk fiksasi aplikasi mobile. Tahap uji coba pun dilakukan dengan sekelompok orang tertentu,” ungkapnya.
Salah satu hal yang memotivasi Nadia yaitu ingin memanfaatkan kesempatan ketika menjadi mahasiswa dan aktif menjabat sebagai ketua himpunan mahasiswa. Bekal dari menjadi volunteer, aktivis, moderator, hingga pengalaman memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada teknologi kesehatan membuatnya berani mengikuti ajang tersebut.
“Saya ingin melebarkan sayap sesuai dengan passion yaitu di bidang kesehatan masyarakat. Harapannya setelah ini bisa terus berprestasi dan bermanfaat untuk sekitar, merealisasikan lebih banyak inovasi yang memberikan dampak kepada masyarakat luas,” tutupnya. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)






