Dengan maraknya pemalsuan ijazah di Indonesia, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengambil langkah konkret untuk menjamin keamanan dan keaslian dokumen kelulusan tersebut. Yakni dengan meresmikan sebagai universitas pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ijazah 100 persen berbasis blockchain.
Langkah tersebut ditandai dengan peresmian Indonesia Blockchain Center (IBC) Chapter Udinus. Sebagai pusat studi dan pengembagnan teknologi blockchain di Jawa Tengah. Fasilitas tersebut lahir dari kerja sama antara Udinus dengan Dubai Blockchain Center dan IBC serta Sealbound UAE. Ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), saat kegiatan Pengukuhan 3 Guru Besar Udinus.
Adanya fasilitas IBC menjawab tantangan di era digital, yang menyebabkan risiko pemalsuan terhadap dokumen semakin tinggi. Dengan teknologi tersebut, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekedar lembaran kertas saja, tapi terdapat rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah.
“Implementasi ini bertujuan untuk memastikan keaslian ijazah, mencegah pemalsuan, hingga memudahkan verifikasi di skala global. Melalui kolaborasi global ini, Kami siap menjadi pusat pengembangan blockchain dan pencetak talenta digital berstandar internasional,” terang Rektor Udinus Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., pada Jumat (30/01).
Pusat studi pertama di Jawa Tengah tersebut akan berlokasi di Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus. Didukung oleh 30 trainer bersertifikat dari IBC dan Dubai Blockchain Center.
Trainer tersebut sudah memiliki sertifikat internasional, karena sebelumnya telah mengikuti kegiatan Training for Trainers (ToT) di Udinus. Bersama narasumber yang berafiliasi dengan Dubai Blockchain Center, diantaranya Ms. Moussa Alshhehi dari Sealbound dan Mr. Chantal Donelan dari NEXSTOX.
Sementara itu, Perwakilan IBC, Hambali, menyebutkan Udinus sebagai role model nasional dalam memanfaatkan teknologi. Pihaknya bersama Dubai Blockchain Center juga memberikan penghargaan kepada Rektor Udinus atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi digital dan pengembangan teknologi tersebut di pendidikan tinggi.
“Udinus akan menjadi contoh bagi kampus lain dalam penggunaan blockchain untuk pendidikan, sertifikasi, dan sistem anti-fraud,” ungkapnya,” ungkapnya.
Dengan langkah ini, Udinus tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga menjamin keamanan masa depan karir mereka melalui ijazah yang terpercaya dan diakui secara global. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Editor: Nining. Foto: Humas Udinus)






