Biro Tax Center Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) sukses menyelenggarakan Seminar Pekan Pajak 2.0 yang dilaksanakan secara hybrid serta bertempat di Aula Auditorium Gedung H Lantai 7 Udinus baru-baru ini. Tema yang diangkat yaitu “Tax Career 101: The Evolution of Tax Justice and Shaping Gen Z Careers in the Digital Era”. Agenda ini bertujuan untuk membekali Generasi Z dalam menghadapi disrupsi teknologi di sektor perpajakan modern saat ini.

Biro Tax Center di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus sangat menyadari bahwa disrupsi ekonomi digital ini membawa tantangan berat di sektor perpajakan, terutama terkait potensi ketimpangan beban antara pedagang konvensional dan pelaku usaha berbasis teknologi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai keadilan fiskal dan modernisasi aturan sangat krusial agar tercipta keadilan serta keseimbangan bagi seluruh pelaku pasar.

Pemerintah perlu memastikan aturan tetap adil agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam persaingan bisnis tersebut. Salah satu hal krusial yang harus diwaspadai memang ketimpangan beban antara pedagang konvensional dan pelaku usaha digital.

Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Biro Tax Center Udinus menghadirkan Pejabat Fungsional Penyuluh Pajak Ahli Pertama Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I, Wahyono, S.E., M.M. Dalam pemaparannya, ia mengulik tentang keselarasan antara rasa keadilan dan kemudahan aturan bagi para wajib pajak.

“Salah satu contohnya yaitu tarif progresif pada Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), di mana persentase tarif akan meningkat mengikuti tingginya penghasilan. Aturan ini dibuat demi menyesuaikan kemampuan ekonomi nyata sekaligus melindungi hak hidup masyarakat kecil,” terangnya.

Selain memperbaiki regulasi, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga terus memodernisasi sistem administrasinya dengan mengikuti perkembangan zaman. Lini masa pembaruan tersebut kini menuju implementasi penuh sistem Core Tax yang jauh lebih transparan, akuntabel, dan praktis.

“Penerapan keadilan pajak sangat krusial untuk menjaga kesetaraan seluruh pelaku usaha di tengah transformasi ekonomi digital. Melalui reformasi sistem seperti Core Tax, masyarakat kini didukung oleh teknologi yang transparan untuk memenuhi kewajiban negaranya dengan mudah,” imbuhnya.

Peluang Karier Global

Materi selanjutnya mengupas tentang sistem perpajakan di seluruh dunia yang saat ini sedang mengalami disrupsi besar-besaran untuk menciptakan keadilan ekonomi baru yang berdampak pada masyarakat luas. Sesi ini menghadirkan Ketua Kompartemen Akuntan Pajak IAI Wilayah Jawa Tengah, Aldion Soeprijono, S.E., S.H., S.Pd., M.Ak., Ak., CA., CGAA., BKP.

Dalam kesempatan tersebut, Aldion memaparkan secara rinci mengenai revolusi pajak global tahun 2026 yang sengaja dirancang agar perusahaan multinasional raksasa tidak bisa lagi menghindari kewajiban pajaknya. Menariknya, sistem perpajakan yang semakin canggih dan serba terkomputerisasi ini justru membuka prospek lapangan pekerjaan baru yang sangat menjanjikan bagi anak-anak muda Generasi Z.

“Perkembangan arsitektur digital di bidang perpajakan ini merupakan peluang emas bagi Generasi Z untuk berkarier pada posisi strategis seperti analis data pajak hingga auditor digital. Jika kalian mampu menguasai keterampilan teknologi informasi masa depan sekaligus memahami aturan pajak secara utuh, kalian pasti akan menjadi tenaga ahli yang paling dicari di tingkat internasional,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Dimas Albandiyah Widiyanto, menyatakan bahwa seminar nasional ini diposisikan sebagai wadah interaktif yang strategis guna memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan bangsa.

Kegiatan yang dikemas menjadi seminar ini sukses diikuti oleh total 181 peserta, baik dari mahasiswa Udinus maupun delegasi resmi dari kampus di wilayah Jawa Tengah. Acara ini turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Udinus, Prof. Dr. Amron, S.E., M.M., bersama Pembina Biro Tax Center Udinus Purwantoro S.E., M.Si., Ak., CA., Asean CPA. Hadir juga perwakilan pimpinan Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. Biro Tax Center)