Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang kembali sukses memfasilitasi ujian sertifikasi bahasa Jepang internasional, Japanese Language Proficiency Test (JLPT) Periode Juli 2026, pada Minggu (05/07/2026). Dengan lonjakan kuota mencapai 3.500 peserta dari level N5 hingga N1, Udinus menerapkan regulasi keamanan ganda yang sangat ketat dari The Japan Foundation guna mencegah kecurangan. Untuk kelancaran acara, Udinus berkolaborasi dengan beberapa sekolah dan perguruan tinggi mitra di Kota Semarang sebagai pusat lokasi ujian.

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Japanese Language Proficiency Test (JLPT) tahun 2026 di Kota Semarang. Ujian sertifikasi internasional yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation pada Minggu (05/07/2026) ini baru saja meningkatkan regulasi pelaksanaan menjadi lebih ketat lagi.

Ujian yang mengukur kemampuan bahasa Jepang bagi warga di luar negeri tersebut rutin dilaksanakan setiap minggu pertama bulan Juli dan Desember. Pada periode Juli 2026, terdapat peningkatan kuota menjadi 3.500 dari sebelumnya 2.500 peserta pada Desember tahun lalu. Kuota ini terbagi menjadi lima kategori resmi kemampuan bahasa Jepang, mulai dari level terendah yaitu N5 hingga yang tertinggi yaitu N1.

Ketua Pelaksana JLPT 2026 Udinus, Budi Santoso, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa dalam pelaksanaan periode ini, terdapat beberapa aturan baru dari The Japan Foundation untuk mengurangi adanya kecurangan. Di antaranya, berkas soal dari Jepang harus disimpan di ruangan khusus berpengamanan ganda yang dilengkapi pantauan CCTV, di mana rekaman tersebut dikirimkan langsung ke pihak yayasan pusat.

Selain itu, petugas yang berwenang wajib mengisi berita acara setiap melakukan aktivitas di ruang penyimpanan, dan dokumen soal baru boleh didistribusikan ke lokasi ujian pada hari pelaksanaan mulai pukul 07.00 WIB guna mencegah kebocoran informasi.

“Semua regulasi baru dari pusat sudah kami laksanakan semaksimal mungkin dan tentunya sesuai prosedur. Tentu ini untuk meningkatkan kepercayaan pihak The Japan Foundation terhadap Udinus yang sudah rutin menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi menyebutkan bahwa mulai JLPT kali ini, aturan waktu bagi peserta menjadi jauh lebih ketat. Peserta sudah diperbolehkan masuk ruang tes 1 jam sebelum ujian, dan batas akhir masuk adalah maksimal 30 menit sebelum ujian dimulai. Jika terlambat, peserta otomatis didiskualifikasi.

Selama peserta masuk di ruang ujian, gawai elektronik peserta wajib dikumpulkan di wadah khusus di dalam kelas. Seluruh peserta juga wajib mengikuti sistem isolasi dengan tidak diperkenankan keluar dari area pelaksanaan ujian selama sesi istirahat.

“Untuk menyikapi aturan bagi peserta, kami sudah berkoordinasi dengan tim keamanan di seluruh titik lokasi untuk memastikan peserta tetap berada di area steril selama ujian dan istirahat berlangsung,” imbuhnya.

Berdasarkan tes periode ini, ke depannya peserta diimbau untuk selalu membawa kartu identitas fisik asli seperti KTP, SIM, kartu pelajar, atau rapor karena pihak pusat menolak segala bentuk identitas digital maupun fotokopi demi menghindari joki.

Tingginya Antusiasme Peserta dan Sinergi Mitra

Ketua Program Studi Sastra Jepang Udinus, Dr. Ahmad Syaifuddin, S.S., M.Si., menyebut bahwa JLPT menjadi salah satu tes kemampuan yang selalu dinanti-nanti. Hal ini terlihat dari pendaftaran yang dibuka, di mana dalam waktu 30 menit kuota langsung habis penuh. Peminatnya pun meluas hingga ke luar Jawa Tengah seperti Jakarta, Bandung, bahkan luar pulau Jawa.

Guna mengakomodasi total kebutuhan yang mencapai 140 ruangan dengan kriteria audio sentral yang jernih serta lahan parkir yang luas bagi rombongan luar kota, Udinus berkolaborasi dengan beberapa mitra di Kota Semarang. Lokasi ujian level N2 ditempatkan di Undip, level N3 di SMA Sedes Sapientiae, serta level N4 di SMA Don Bosco, SMA Kesatrian 2, dan SMA Nusa Putera, terakhir N5 di Udinus. Pelaksanaan ujian ini juga turut melibatkan alumni lintas universitas serta guru-guru LPK sebagai pengawas tambahan. Sinergi lintas institusi pendidikan ini membuktikan berjalannya regional cooperation yang solid demi kelancaran agenda internasional.

“Tes ini sekaligus menjadi salah satu standar capaian pembelajaran di prodi dan kami membuka mata kuliah khusus persiapan JLPT agar mahasiswa siap menghadapi ujian dan meraih sertifikat pada level yang dibutuhkan. Standar minimal untuk kerja di Jepang adalah N4, sementara lulusan kami rata-rata sudah bisa mencapai N3. Ini sangat mendukung mereka untuk magang atau berkarier di Jepang,” jelas Dr. Ahmad. Penyusunan mata kuliah persiapan intensif ini sekaligus menjadi komitmen berkelanjutan prodi dalam menjaga education quality.

Setiap tahun, rata-rata sekitar 25 hingga 35 mahasiswa Udinus menjalani program magang (internship) selama satu tahun di Jepang. Program ini menjadi pintu masuk berharga untuk mendapat pengalaman internasional sekaligus peluang besar untuk bekerja kembali di sana setelah lulus kuliah. Terlebih, perusahaan Jepang memberikan penghargaan khusus berupa tunjangan ekstra bagi karyawan yang memiliki sertifikat JLPT level tinggi (N3, N2, atau N1).

“Harapannya, kegiatan JLPT 2026 ini kembali menegaskan posisi Udinus sebagai pusat penyelenggara JLPT terpercaya di Indonesia. Besarnya minat peserta, termasuk dari luar kota, menunjukkan bahwa Jepang tetap menjadi negara tujuan utama masyarakat Indonesia, baik untuk pendidikan maupun karier profesional,” pungkas Dr. Ahmad.

Kesan positif pun turut dirasakan oleh para peserta, salah satunya Muhammad Naufal, mahasiswa jurusan Manajemen asal Semarang. Ia menjadi salah satu peserta yang mengikuti ujian kategori N5 di kampus Udinus dengan lancar tanpa kendala.

“Kebetulan saya tahu informasi ujian ini dari media sosial JLPT dan tertarik untuk ikut. Panitianya cukup ramah dan fasilitasnya pun baik, AC-nya berfungsi dengan baik serta kamar mandinya bersih, jadi sangat bagus selama pelaksanaan ujian tadi,” tutur Naufal. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa jumlah peserta JLPT periode Juli 2026 di Udinus dan dari mana saja asal mereka?
Jumlah peserta mencapai 3.500 orang, meningkat dari kuota sebelumnya. Para peserta tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga meluas hingga Jakarta, Bandung, bahkan luar pulau Jawa.

Apa saja aturan baru dari The Japan Foundation yang diterapkan panitia untuk mencegah kecurangan?
Berkas soal disimpan di ruang khusus berpengamanan ganda dengan pantauan CCTV langsung ke pusat, petugas wajib mengisi berita acara berkala, dan soal baru didistribusikan ke kelas pada hari H pukul 07.00 WIB.

Bagaimana aturan ketat yang harus dipatuhi peserta ujian JLPT kali ini?
Peserta harus hadir di ruangan maksimal 30 menit sebelum ujian, wajib mengumpulkan alat elektronik di wadah khusus, dilarang keluar area steril selama istirahat, dan wajib membawa identitas fisik asli.

Di mana saja lokasi pendelegasian ujian berdasarkan tingkatan level JLPT?
Ujian level N5 dilaksanakan di Udinus, level N2 di Undip, level N3 di SMA Sedes Sapientiae, serta level N4 dibagi di SMA Don Bosco, SMA Kesatrian 2, dan SMA Nusa Putera.