Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis Program Aksara Mahasiswa Berdampak 2026 untuk wilayah Jawa Tengah, Selasa (04/04/2026) di Aula Gedung E Lantai 3 Udinus Semarang. Kegiatan yang diikuti 300 peserta dari 18 perguruan tinggi ini memperkenalkan skema pendanaan riset terapan hingga Rp120 juta per proposal, dengan tiga indikator utama penilaian: kejelasan masalah, kejelasan mitra sasaran, serta teknologi dan inovasi yang diterapkan. Program ini diharapkan mendorong sinergi kampus, masyarakat, dan industri dalam menghadirkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam upaya mendorong riset terapan mahasiswa dan dosen agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Mereka menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis Program Aksara Mahasiswa Berdampak 2026 untuk wilayah Jawa Tengah.
Program Aksara, atau Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat, merupakan bentuk dukungan Kemdiktisaintek untuk meningkatkan kemandirian masyarakat melalui riset terapan kampus. Program ini menyediakan dana hibah hingga Rp120 juta per proposal, sekaligus membuka ruang kemitraan dengan industri melalui skema dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Kegiatan yang diikuti oleh 300 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen 18 perguruan tinggi ini berlangsung di Aula Gedung E Lantai 3 Udinus Semarang pada Selasa (04/04/2026). Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor VI Bidang Riset, Kerja Sama, dan Inovasi Udinus, Dr. Ir. Dwi Eko Waluyo, M.M., serta Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd.
Sosialisasi ini kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Kerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, Luthfi Ilham Ramdhani, S.Sos. Dalam kesempatan tersebut, Luthfi turut memaparkan sejumlah aspek teknis Program Aksara kepada seluruh peserta.
Indikator Penilaian Proposal
Luthfi menjelaskan terdapat tiga indikator utama yang menjadi acuan penilaian proposal Program Aksara, yakni kejelasan permasalahan berdasarkan analisis situasi, kejelasan mitra sasaran yang akan diukur peningkatan level keberdayaannya, serta teknologi dan inovasi yang mampu diimplementasikan untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat. Ketiga indikator tersebut, menurutnya, menjadi penentu utama kualitas proposal yang diajukan peserta dari berbagai daerah.
“Tiga hal ini yang memang menjadi indikator proposal yang bagus. Untuk pendanaan, kami memberikan maksimal Rp120 juta per proposal. Aksara Peduli menyasar wilayah tertinggal atau 3T, daerah kemiskinan ekstrem, dan daerah rawan bencana, sedangkan Aksara Sirkular fokus pada penanganan dan pemilahan sampah untuk tujuan transformasi sosial,” ujar Luthfi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Prof. Aisyah menyampaikan dukungan pendanaan dari Ditjen Risbang tersebut diharapkan membantu hasil penelitian kampus memberikan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia menilai dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk konkret sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong riset yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan semangat partnerships for the goals.
“Hasil penelitian bukan hanya sebagai output saja, tetapi juga outcome atau dampaknya bisa langsung dirasakan,” ujar Prof. Aisyah.
Pihak Udinus menyambut optimis program tersebut karena dinilai mampu mendorong totalitas dosen dan mahasiswa dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Optimisme ini turut didukung oleh besarnya peluang pendanaan yang dibuka Program Aksara bagi dosen dan mahasiswa Udinus.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Udinus, Prof. Dr. Muljono, S.Si., M.Kom., mengungkapkan skema pendanaan ini membuka peluang besar bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh dana pengabdian kepada masyarakat. Ia menjelaskan proposal yang diajukan harus memenuhi sejumlah syarat, mulai dari kejelasan masalah yang diangkat, validitas mitra, hingga teknologi yang akan diterapkan.
“Harapan kami, proposal dari Udinus maupun perguruan tinggi lain bisa mendapat pendanaan untuk kegiatan pengabdian masyarakat, seperti dua program yang kami ajukan yaitu Aksara Peduli dan Aksara Sirkular,” ujar Prof. Muljono.
Melalui sinergi antara kampus, masyarakat, dan dunia industri, hasil riset mahasiswa dari program ini diharapkan mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan yang berkelanjutan. Program Aksara Mahasiswa Berdampak 2026 pun diharapkan menjadi salah satu jalan penguatan quality education sekaligus partnerships for the goals antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu Program Aksara Mahasiswa Berdampak 2026?
Program Aksara adalah bentuk dukungan Kemdiktisaintek berupa dana hibah riset terapan hingga Rp120 juta per proposal, guna mendorong kemandirian masyarakat serta membuka ruang kemitraan dengan industri melalui skema CSR.
Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi ini?
Kegiatan ini diikuti 300 peserta dari mahasiswa dan dosen 18 perguruan tinggi, dengan sambutan dari Wakil Rektor VI Udinus, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, dan dibuka resmi oleh Ketua Tim Kerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, Luthfi Ilham Ramdhani, S.Sos.
Apa saja indikator penilaian proposal Program Aksara?
Tiga indikator utamanya adalah kejelasan permasalahan berdasarkan analisis situasi, kejelasan mitra sasaran yang akan diukur peningkatan keberdayaannya, serta teknologi dan inovasi yang mampu diimplementasikan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.
Skema apa saja yang ditawarkan dalam Program Aksara?
Program ini menawarkan dua skema, yaitu Aksara Peduli yang menyasar wilayah 3T, daerah kemiskinan ekstrem, dan daerah rawan bencana, serta Aksara Sirkular yang fokus pada penanganan dan pemilahan sampah untuk transformasi sosial.






