Era pendidikan modern menuntut para dosen untuk membangun jembatan kolaborasi internasional dalam penelitian mereka. Meski begitu, keterbatasan akses dalam memperluas jaringan riset lintas negara sekaligus pendanaan masih menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar “The Sumitomo Foundation’s Grant Workshop” pada Rabu (10/6/2026) di Aula Theater, Gedung I Lantai 6 Kampus Udinus Semarang.

Kegiatan tersebut bertujuan membuka peluang dana hibah riset internasional, khususnya untuk penelitian yang berkaitan dengan budaya Jepang. Diikuti oleh jajaran perwakilan Dekan dan Ketua Program Studi (Kaprodi) dari 6 fakultas yang ada di udinus. Agenda ini dijembatani oleh Program Studi (Prodi) Sastra Jepang dari Fakultas Hukum dan Studi Global (FHSG) Udinus yang bekerja sama dengan Asosiasi Studi Jepang Indonesia (ASJI) Jawa Tengah. 

Dalam sambutannya, Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memperluas kontribusi akademik dosen di kancah internasional. Ia sangat mengapresiasi misi dari The Sumitomo Foundation yang relevan dengan era pendidikan saat ini.

“Kami berharap sesi hari ini dapat menginspirasi para peneliti muda di Udinus untuk mengeksplorasi peluang penelitian baru, mendukung kolaborasi internasional, serta terus memajukan ilmu pengetahuan di bidangnya masing-masing,” tegas Rektor Udinus yang juga secara resmi membuka acara secara daring.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama langsung dari Jepang, yaitu Mr. Takashi Harashima selaku Program Officer The Sumitomo Foundation. Dalam paparannya, Ia menjelaskan secara runtut mengenai garis besar program, dokumen persyaratan, hingga pendanaan riset untuk Tahun Fiskal 2026 (FY2026) yang resmi dibuka mulai 1 September hingga 31 Oktober 2026.

“Sejak tahun 1992, program ini telah menerima 11.032 aplikasi dengan 1.047 proyek yang sukses didanai. Kami sangat mendorong civitas akademika Udinus untuk mengajukan proposal terbaiknya, namun pastikan untuk mempelajari ulasan seleksi dari tahun-tahun sebelumnya agar peluang lolos semakin besar,” tutur Mr. Takashi Harashima.

Harashima juga mengingatkan para peneliti untuk memperhatikan detail pengusulan anggaran riset karena akan diseleksi secara ketat. Seperti penggunaan transportasi kelas ekonomi hingga larangan alokasi honorarium bagi ketua peneliti ataupun biaya overhead kampus.

Pada kesempatan itu, Harashima juga didampingi oleh Senior Program Officer The Sumitomo Foundation, Mr. Kenichi Hamaya. Hadir juga Wakil Rektor I Bidang Akademik Udinus, Dr. Abdul Syukur, M.M., dan Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama dan Inovasi Udinus, Dr. Ir. Dwi Eko Waluyo, M.M., dan juga Ketua ASJI Jawa Tengah, Prof. Dr. Rina Supriatnaningsih, M.Pd.

Melalui workshop ini, diharapkan civitas akademika Udinus dapat melahirkan proposal riset berkualitas tinggi yang memberikan kontribusi nyata dan berdampak bagi masyarakat global. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas FHSG)