Logo Universitas Dian Nuswantoro

Robot Sekar Nuswantoro Tampil di Festival MASA Singapore 2026

Robot Sekar Nuswantoro Tampil di Festival MASA Singapore 2026

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf), berpartisipasi dalam Festival MASA Singapore 2026. Festival ini merupakan gerakan budaya dan pameran ekonomi kreatif kontemporer terbesar Indonesia yang menghadirkan lebih dari 80 merek dan kreator Tanah Air.

Melalui kolaborasi bersama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Udinus turut ambil bagian di dua lokasi utama festival, yaitu Takashimaya Shopping Centre dan Gardens by the Bay (GBB), Singapura. Festival ini berlangsung pada 4 Juli hingga 10 Agustus 2026. Kolaborasi lintas sektor ini juga menjadi salah satu wujud nyata partnerships for the goals dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.

Festival MASA Singapore 2026 menghadirkan beragam program yang merepresentasikan kekayaan industri kreatif Indonesia. Program ini meliputi seni, fesyen, desain, musik, dan kuliner.

Salah satu programnya adalah MASA Curated Market & Exhibition, yaitu pameran produk dan karya kreatif Indonesia di Takashimaya Shopping Centre. Selain itu, terdapat MASA Art & Culture-Orchid Extravaganza, instalasi seni yang mengangkat kekayaan intelektual berbasis geografis Indonesia di GBB.

Pada ajang tersebut, Robot Gamelan Sekar Nuswantoro tampil dalam program MASA Art & Culture-Orchid Extravaganza. Robot ini mengusung desain yang terinspirasi dari bunga matahari.

Robot Sekar Nuswantoro tampil selaras dengan lanskap futuristik GBB, taman botani ikonik di kawasan Marina Bay. Taman ini memadukan teknologi, arsitektur modern, dan pelestarian lingkungan.

Kehadiran robot ini menjadi representasi harmonisasi antara inovasi teknologi dan pelestarian budaya Indonesia melalui alat musik gamelan di panggung internasional. Hal ini sejalan dengan semangat green development yang digaungkan di era modern.

Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menyampaikan apresiasinya atas partisipasi robot tersebut dalam Festival MASA Singapore 2026. Robot ini mampu menabuh gamelan selama 24 jam nonstop. Pencapaian ini sekaligus membuktikan peran aktif institusi pendidikan dalam mempromosikan quality education melalui karya inovatif.

“Kami bangga karena Udinus menjadi satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang berpartisipasi dalam festival ini. Kehadiran Robot Sekar Nuswantoro menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat menjadi media yang efektif dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat internasional,” ujarnya.

Prof. Pulung juga mengapresiasi kontribusi Kemenekraf melalui TMII. Dukungan tersebut membuka ruang eksposur besar bagi Robot Sekar Nuswantoro, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan terus diperkuat melalui pengembangan kemampuan robot. Selain itu, inovasi-inovasi lain yang dihasilkan oleh mahasiswa sivitas akademika Udinus turut menjadi bagian dari penguatan kerja sama ini.

Sementara itu, Ketua Senat Udinus sekaligus Pembina Pusat Studi Computer Science in Arts and Culture (CSAC), Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom., menegaskan bahwa harmonisasi antara warisan budaya dan teknologi modern merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini sekaligus menjadi wujud dukungan Udinus terhadap industry innovation and infrastructure berbasis kebudayaan yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Teknologi masa kini harus dimanfaatkan untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda serta masyarakat dunia. Robot Sekar Nuswantoro merupakan implementasi nyata dari konsep tersebut,” ungkapnya.

Prof. Edi menambahkan bahwa ke depan Udinus berencana mempersembahkan Robot Sekar Nuswantoro kepada Presiden Republik Indonesia. Robot ini juga akan dibawa tampil dalam forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai representasi inovasi teknologi berbasis budaya Indonesia.

Kolaborasi Bersama TMII

Sementara itu, Plt Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyampaikan bahwa kehadiran 

robot gamelan ini mencerminkan semangat baru dalam pelestarian budaya. Menurutnya, cara ini menghadirkan warisan budaya Indonesia melalui pendekatan yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ratri menambahkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berfokus pada menjaga nilai dan tradisi. Budaya juga perlu dikemas secara kreatif agar semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, serta mampu diterima di tingkat global.

“Di TMII, kami percaya bahwa pelestarian budaya akan semakin bermakna ketika diiringi dengan inovasi dan kolaborasi. Robot Sekar Nuswantoro menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi medium yang efektif untuk menghidupkan kembali kekayaan budaya Indonesia dalam format yang modern tanpa menghilangkan nilai autentiknya. Kolaborasi bersama Udinus ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara dunia pendidikan dan institusi budaya dapat menghasilkan inovasi yang memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional,” ujar Ratri.

Di sisi lain, Business & Product Development Division Head TMII, Eric Lesmana, menjelaskan bahwa Robot Sekar Nuswantoro telah menjadi salah satu karya inovasi yang ditampilkan di lobi TMII. Karya ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Udinus dan Kemenekraf dalam memperkenalkan inovasi berbasis budaya kepada masyarakat.

Berangkat dari eksposur tersebut, Robot Sekar Nuswantoro kemudian dipercaya untuk mewakili Indonesia pada Festival MASA Singapore 2026. Menurutnya, kemampuan robot memainkan orkestra gamelan secara otomatis selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Desain yang ringkas dan mudah dipindahkan menjadikan Robot Sekar Nuswantoro media yang efektif untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia pada berbagai pameran dan kegiatan internasional. Hal ini sekaligus turut mendukung decent work and economic growth melalui penguatan sektor ekonomi kreatif nasional.

Partisipasi Robot Sekar Nuswantoro dalam Festival MASA Singapore 2026 menjadi tonggak penting bagi Udinus dalam memperkenalkan inovasi berbasis kecerdasan artifisial yang berpijak pada pelestarian budaya. Melalui kolaborasi dengan Kemenekraf dan TMII, Udinus berharap inovasi ini dapat semakin memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.

Udinus juga membuktikan bahwa teknologi mampu menjadi jembatan untuk membawa warisan budaya lokal menuju panggung dunia. Hal ini terwujud melalui international cooperation yang terus dijaga keberlanjutannya. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Robot Sekar Nuswantoro dan apa keistimewaannya?
Robot Sekar Nuswantoro adalah robot gamelan karya Udinus dengan desain terinspirasi bunga matahari, mampu menabuh gamelan secara otomatis 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Kapan dan di mana Festival MASA Singapore 2026 berlangsung?
Festival ini berlangsung pada 4 Juli hingga 10 Agustus 2026 di dua lokasi, yaitu Takashimaya Shopping Centre dan Gardens by the Bay (GBB), Singapura.

Siapa saja pihak yang berkolaborasi dalam partisipasi ini?
Udinus berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif RI (Kemenekraf) melalui Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Apa rencana Udinus terhadap Robot Sekar Nuswantoro ke depan?
Udinus berencana mempersembahkan robot ini kepada Presiden RI dan membawanya tampil di forum internasional, termasuk PBB.