Kreativitas mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali membuahkan prestasi di Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026. Lima penghargaan berhasil diraih melalui karya di cabang Desain Poster, Fotografi, Seriosa, dan Lukis yang mengangkat isu lingkungan, sejarah, budaya, hingga nilai kehidupan. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa DKV dalam menghadirkan karya yang komunikatif sekaligus bermakna.
Lima mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) sukses meraih lima penghargaan pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026 melalui karya yang mengangkat isu lingkungan, sejarah, budaya, hingga nilai kehidupan. Lima penghargaan tersebut diraih pada cabang Desain Poster, Fotografi, Seriosa, dan Lukis, memperkuat catatan prestasi mahasiswa DKV Udinus di ajang seni tingkat provinsi tersebut.
Salah satu capaian tersebut datang dari Radja D. Ramadhan yang meraih Juara I cabang Desain Poster melalui karya bertajuk “Tumbuh Berdampingan, Berbagi Kehidupan”. Poster itu menggambarkan manusia yang tumbuh bersama alam dengan siluet paru-paru sebagai simbol pentingnya pohon bagi kehidupan, sejalan dengan semangat life on land dalam upaya pelestarian ekosistem.
“Yang punya kehidupan bukan cuma manusia. Melestarikan lingkungan juga bagian dari menjaga hubungan dengan sesama makhluk hidup,” ujar Radja.
Gagasan yang tak kalah kuat juga dihadirkan Helga Archi Kadira yang meraih Juara I cabang Fotografi melalui esai foto Muda Berkarya, Merawat Sejarah. Karya tersebut mengangkat ketekunan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan.
Peksimida Jawa Tengah 2026 sendiri diikuti oleh 780 mahasiswa dari 57 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jawa Tengah, yang berkompetisi di 20 tangkai lomba mulai dari fotografi, baca puisi, desain poster, komik strip, hingga seni lukis dan menyanyi seriosa. Ajang yang menjadi jalur seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) ini turut menempatkan Udinus sebagai tuan rumah Grand Opening, sebelum rangkaian kompetisi resmi ditutup di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
“Maknanya tentang ketekunan. Karya yang kita buat hari ini akan menjadi investasi jangka panjang, baik bagi diri sendiri maupun bagi Nusantara,” kata Helga.
Tak hanya melalui karya visual, Ganeswira Bayu Satrio Wibowo turut menyumbang prestasi di cabang Seriosa dengan meraih Juara III melalui lagu berjudul “Semangat” karya R.A.J. Soedjasmin dan lagu “Kisah Angin Malam” karya Saiful Bahri. Cabang Seriosa dikenal menuntut perpaduan teknik vokal klasik dan kedalaman penghayatan dari setiap pesertanya.
“Lagu-lagu tersebut tidak hanya menuntut teknik vokal, tetapi juga penghayatan agar makna yang terkandung di dalamnya dapat diterima oleh penonton,” tutur Ganeswira.
Sementara itu, Mutyara Lalita Endrayanti meraih Juara Harapan III cabang Lukis lewat karya Tumbuh yang terinspirasi dari filosofi lima topeng Tari Topeng Cirebon sebagai simbol perjalanan hidup manusia. Melalui pemilihan warna dan komposisi visual, karya ini menghadirkan interpretasi personal Mutyara atas nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
“Saya ingin menunjukkan bahwa keunikan negeri, kemajuan bangsa, dan kebesaran negara lahir dari masyarakat yang terus bertumbuh tanpa meninggalkan warisan budayanya,” ungkap Mutyara.
Sedangkan Juara Harapan III lain juga berhasil diraih oleh perwakilan mahasiswa dari Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi (Ilkom) Udinus, Ferra Dian Septina. Prestasi itu berhasil diraihnya pada Tangkai Lomba Pop Putri lewat penampilan membawakan lagu “Sang Dewi” dan “Hati yang Kau Sakiti”. Seluruh penampilan disiapkan melalui latihan vokal yang konsisten, mulai dari teknik pernapasan, penjiwaan lagu, hingga kepercayaan diri tampil di depan juri dan penonton.
Menurut Farra, berkompetisi bukan hanya soal menang, tetapi juga proses menemukan dan menguatkan identitas diri sebagai seorang penyanyi. “Menyanyi bukan hanya soal nada yang tepat, tapi juga keberanian untuk didengar,” tegasnya.
Kelima prestasi tersebut menegaskan konsistensi mahasiswa DKV Udinus dalam menghadirkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat pesan sosial dan budaya. Capaian ini turut memperkuat posisi Udinus sebagai salah satu kontingen dengan hasil membanggakan pada Peksimida Jateng 2026.
Mengapresiasi capaian tersebut, Ketua Program Studi DKV Udinus, Kusni Ingsih, S.Kom., M.Ds., berharap para mahasiswa terus mengembangkan kreativitas melalui berbagai karya. Ia menilai prestasi kelima mahasiswa ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran dan pembinaan yang diterapkan program studi, sejalan dengan semangat quality education yang terus didorong Udinus.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa DKV untuk terus berkarya dan memberikan hasil terbaik di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Kusni. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Humas FIK Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa saja mahasiswa DKV Udinus yang meraih prestasi di Peksimida Jateng 2026?
Lima mahasiswa tersebut ialah Radja D. Ramadhan, Helga Archi Kadira, Ganeswira Bayu Satrio Wibowo, dan Mutyara Lalita Endrayanti yang berhasil meraih penghargaan di lima cabang lomba berbeda.
Karya apa yang mengantarkan mereka meraih penghargaan?
Mereka meraih penghargaan melalui poster, esai foto, penampilan seriosa, dan lukisan yang mengangkat isu lingkungan, sejarah, budaya, hingga nilai kehidupan.
Apa pesan yang diangkat dalam karya para mahasiswa?
Setiap karya membawa pesan yang berbeda, mulai dari pentingnya menjaga lingkungan, ketekunan dalam berkarya, penghayatan seni, hingga pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Apa harapan Prodi DKV Udinus atas capaian tersebut?
Prodi DKV Udinus berharap prestasi tersebut dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, dan meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.






