Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional melalui Guru Besar bidang ilmu Sustainable Smart Agro-logistics and Supply Chain, Prof. Dr. Rindra Yusianto, S.Kom., M.T., bersama timnya. Mereka berhasil lolos sebagai penerima pendanaan riset dalam program bergengsi Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Institute.
Tim Udinus sukses menyisihkan lebih dari 1.400 proposal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Proposal Udinus berhasil masuk dalam 25 besar proposal terpilih yang didanai dengan total insentif sebesar Rp204 juta.
Riset yang diusung oleh Prof. Rindra berfokus pada topik mengenai strategi inovasi ketahanan pangan dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim. Judul penelitian yang diajukan yaitu “Pengembangan Inovasi Smart-Agrologistik Adaptif Berbasis Spasial-Dijkstra untuk Stabilitas Harga dan Pasokan Cabai Merah dalam Mendukung Ketahanan Resilien terhadap Perubahan Iklim”.
“Penelitian kami berlatar belakang dari komoditas cabai merah yang kerap menjadi pemicu inflasi terbesar kedua di Indonesia akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan,” jelasnya.
Dari pendanaan yang diperoleh, tim Prof. Rindra akan fokus untuk melakukan riset hulu ke hilir melalui konsep Smart Agrologistics. Tujuannya yaitu menentukan lokasi penanaman yang paling sesuai guna mengatur keseimbangan pasokan di pasar.
“Nantinya akan ada peta digital untuk melihat wilayah yang panennya melimpah dan wilayah yang kebutuhannya tinggi, sehingga terjadi link and match yang mencegah lonjakan atau kejatuhan harga secara drastis,” papar Prof. Rindra yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S-2 Artificial Intelligence Udinus.
Sinergi dan Kolaborasi Lintas Institusi
Penelitian ini bertempat di 7 kecamatan di Kabupaten Grobogan. Dalam pelaksanaannya, Udinus melakukan research collaboration lintas institusi dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya Pusat Riset Hortikultura dan Pusat Riset Ekonomi Makro. Udinus juga berkolaborasi dengan pakar cabai yang merupakan salah satu guru besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Menanggapi raihan tersebut, Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., turut memberikan apresiasi tertinggi. Capaian ini dinilai menjadi bukti nyata komitmen Udinus dalam mendorong educational innovation yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi nasional.
“Kami menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Tujuannya agar hasil-hasil inovasi dari Udinus dapat dihilirisasi dan diterapkan secara nyata di masyarakat,” harapnya.
Sebelumnya, sistem Smart-Agrologistik ini telah sukses dipatenkan oleh Prof. Rindra dan tim untuk komoditas kentang, bawang merah, bawang putih, dan padi. Keberhasilan riset terbaru pada komoditas cabai ini diharapkan mampu menjadi solusi digital yang nyata dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus menekan laju inflasi nasional. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)






