Sebanyak 330 mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dari 19 organisasi kemahasiswaan (ormawa) resmi diterjunkan dalam program KKN Aktivis 2026 di Kecamatan Banyubiru pada 21–23 Mei 2026. Program yang mengusung tema “Industri Kreatif Berbasis Lingkungan dan Inovasi” ini difokuskan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan berbentuk pengabdian masyarakat ini diusung oleh BEM KM Udinus 2025/2026 Kabinet Aksa Sinergi. Agenda tersebut dilengkapi dengan rangkaian program kerja yang beragam, mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi pemasaran desa, edukasi lingkungan, hingga pelestarian budaya lokal di kecamatan yang berbatasan langsung dengan danau alami Rawa Pening tersebut.

Ketua Pelaksana KKN Aktivis 2026, Muhammad Iqbal Tsabit, menjelaskan bahwa keterlibatan lintas ormawa sengaja dilakukan agar program yang dijalankan lebih beragam dan mampu menyesuaikan kebutuhan setiap desa.

“Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat dan mengembangkan solusi bersama warga,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak masa pra-KKN melalui pelatihan pengolahan eceng gondok. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan alat press eceng gondok inovatif untuk membantu proses produksi para perajin anyaman agar lebih efisien.

“Mahasiswa juga memanfaatkan pengetahuannya di bidang teknologi informasi untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan situs pemasaran digital bagi pelaku UMKM desa. Upaya ini diharapkan bisa membantu memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kerajinan dari masyarakat setempat,” tambah Iqbal.

Pengembangan UMKM dan Potensi Ekonomi Desa

Kolaborasi antara inovasi teknologi dan kerajinan lokal tersebut diresmikan langsung pada upacara pembukaan KKN di Kantor Kecamatan Banyubiru oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M., bersama jajaran Biro Kemahasiswaan lainnya. Pada kesempatan itu, Udinus bersama pemerintah kecamatan secara simbolis menyerahkan alat press serta meluncurkan situs pemasaran digital desa.

Prof. Kusni berharap program KKN Aktivis dapat memperkuat kolaborasi antara kampus dengan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan UMKM dan potensi ekonomi desa.

“Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah awal pengembangan potensi desa secara berkelanjutan,” katanya.

Selain pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, kegiatan KKN Aktivis 2026 juga diisi dengan penanaman bibit tanaman buah di kawasan Rawa Pening sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai puncak acara, seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui pesta rakyat yang menghadirkan bazar UMKM, pertunjukan seni desa, serta penampilan budaya lokal bersama masyarakat setempat. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Biro Kemahasiswaan Udinus)