Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) resmi meluncurkan Dinusverse, sebuah inovasi platform pembelajaran berbasis virtual world and immersive learning yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman kampus digital generasi masa depan. Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, pada Kamis (21/05/2026).
Peresmian berlangsung di Aula Gedung E lantai 3 Udinus Semarang, bertepatan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (ASPRODI DKV Indonesia) 2026 yang menunjuk Udinus sebagai tuan rumah.
Mengusung tema “Udinus Learning Experience Platform with Project-Based University”, Dinusverse hadir sebagai bentuk transformasi digital terhadap pengalaman belajar yang interaktif, kolaboratif, dan berbasis proyek melalui ekosistem virtual. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Quality Education melalui penguatan inclusive education, educational access, serta pendekatan education reform yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., dalam sambutannya menjelaskan bahwa inovasi tersebut dibangun menggunakan platform Roblox yang memungkinkan mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan kampus, seperti menjelajahi lingkungan kampus, mengikuti kelas virtual, berinteraksi dalam komunitas, hingga mengembangkan proyek inovatif.
“Dinusverse merupakan bagian dari pengembangan next generation learning experience platform yang kami bangun bersama mahasiswa lintas disiplin, mulai dari DKV, Animasi, hingga Informatika. Platform ini memanfaatkan pendekatan game bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang lebih fun, interaktif, dan relevan dengan karakter generasi digital saat ini,” jelasnya.
Prof. Pulung juga menyebut bahwa Dinusverse dikembangkan sebagai ruang pembelajaran imersif yang memungkinkan aktivitas perkuliahan, interaksi komunitas, hingga sistem penghargaan mahasiswa dilakukan dalam ekosistem virtual berbasis teknologi.
Apresiasi terhadap Pengalaman Belajar Digital
Sementara itu, Irene Umar mengapresiasi inovasi yang dilakukan Udinus dalam menghadirkan pendekatan pendidikan berbasis teknologi immersive and virtual ecosystem. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar dalam industri kreatif digital, tetapi harus mampu menjadi kreator dan pemimpin di tingkat global.
“Indonesia jangan lagi menjadi pengikut dan hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi leader di luar sana dan menjadi creator,” tegas Irene.
Irene juga menegaskan bahwa industri game saat ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru ekonomi kreatif dengan pasar yang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia. Data platform Roblox menunjukkan sepanjang Maret 2024 hingga 2025, platform tersebut menyalurkan satu miliar dolar Amerika kepada para kreator di seluruh dunia.
Sehingga senada dengan Rektor Udinus, Irene Umar berharap melalui Dinusverse karya Udinus, mahasiswa Indonesia mampu masuk dan bersaing di pasar industri game global. Karena integrasi teknologi virtual world dalam pendidikan dinilai menciptakan peluang besar untuk memperkuat talenta kreatif nasional di era ekonomi digital.
Secara detail, Dinusverse memiliki tiga pilar utama, yakni Legacy of Knowledge, Campus Community, and Future Innovation. Ketiga elemen tersebut diwujudkan melalui dunia virtual interaktif yang dilengkapi berbagai area yang bisa dikunjungi mahasiswa, di antaranya Hall of Knowledge, Virtual Classroom, Innovation Lab, and Community Plaza. Dalam upaya memberikan pengalaman virtual terbaik bagi mahasiswa, setelah ini inovasi akan terus dikembangkan.
Penguatan Identitas dan Ekosistem Virtual Kampus
Selain itu, Udinus juga menghadirkan karakter khas seperti Dinusaurus sebagai Guardian of Knowledge dan Si Warik sebagai representasi kehidupan sosial kampus digital. Pendekatan ini memperkuat unsur storytelling, gamification, dan identitas virtual kampus dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif bagi generasi muda saat ini.
Ketua ASPRODI DKV Indonesia, Dr. Intan Rizky Mutiaz, S.Sn., M.Ds., turut mengapresiasi langkah Udinus dalam menghadirkan Dinusverse sebagai bentuk adaptasi perguruan tinggi terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, inovasi tersebut mencerminkan semangat kolaborasi lintas disiplin sekaligus penguatan budaya mutu pendidikan DKV di Indonesia.
“DKV ke depan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan berbagai bidang lain seperti informatika dan teknologi digital agar mampu menghasilkan inovasi yang berdampak,” ungkapnya.
Peluncuran Dinusverse menjadi salah satu sorotan utama dalam Rakornas ASPRODI DKV Indonesia 2026 yang dihadiri 76 program studi DKV dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Momentum tersebut juga menjadi ruang penguatan partnerships, development cooperation, and international collaboration antar institusi pendidikan tinggi dalam mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi kreatif. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Editor: Nining. Foto: Humas Udinus)






