Ratusan mahasiswa memadati Aula Gedung E3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada Rabu (03/06/2026) dalam kegiatan JBI Goes to Campus. Kegiatan yang menghadirkan para pemeran film ‘Jangan Buang Ibu’ tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman dunia perfilman, melainkan juga menandai kerja sama antara Udinus dan Leo Pictures yang membuka peluang magang bagi mahasiswa di industri perfilman.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Inovasi Udinus, Dr. Dwi Eko Waluyo. Turut hadir pula tiga pemeran utama film, yakni Nirina Zubir, Refal Hadi, dan Saputra Kori, untuk membagikan proses kreatif hingga tantangan yang mereka hadapi selama produksi.
Dalam sesi diskusi, para pemeran menceritakan proses pendalaman karakter hingga membangun emosi untuk menghidupkan peran yang mereka bawakan. Melalui interaksi langsung tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai dinamika industri perfilman serta proses produksi dari perspektif para pelaku industri kreatif.
Dwi Eko menjelaskan bahwa pada kesempatan yang sama, Udinus dan Leo Pictures menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri kreatif.
“Melalui kerja sama ini, mahasiswa Udinus berkesempatan mengikuti program magang di lingkungan industri perfilman serta memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai proses produksi film profesional,” ujarnya.
Film sebagai Media Menumbuhkan Empati
Selain berbagi pengalaman, para pemeran juga mengulas pesan yang diangkat dalam film Jangan Buang Ibu. Film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu itu mengangkat kisah hubungan orang tua dan anak yang sarat nilai empati, kasih sayang, serta penghormatan terhadap orang tua.
Nirina Zubir menilai film memiliki peran lebih dari sekadar hiburan. Menurutnya, film dapat menjadi sarana untuk membangun empati dan membantu masyarakat memahami sudut pandang orang lain.
“Film ini mengajarkan manusia untuk berempati. Karena pada akhirnya, banyak hal dalam kehidupan yang bisa dipahami ketika kita mampu menempatkan diri pada posisi orang lain,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa orang tua yang telah melalui berbagai tantangan kehidupan sejatinya lebih membutuhkan kasih sayang daripada sekadar pengertian.
“Orang tua yang sudah mengalami banyak cobaan hidup sebenarnya bukan butuh dimengerti, melainkan butuh dicintai,” katanya.
Kerja sama antara Udinus dan Leo Pictures diharapkan dapat memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman praktis di dunia kerja, khususnya untuk Program Studi Film dan Televisi (FTV) yang dimiliki Udinus. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan industri kreatif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Humas Udinus)






