Kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi penting bagi para guru di tengah perkembangan era digital. Untuk membekali para guru di Kota Semarang dengan kemampuan membangun personal branding dan public speaking, Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengelar pelatihan bersama Kelompok Kerja Operator Pendidikan Anak Usia Dini (KKO PAUD) Kota Semarang.

Digelar di Auditorium Gedung H7 Udinus, pada Rabu (1/7/2026) diikuti guru dari berbagai jenjang, mulai PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kota Semarang. Sebanyak tujuh dosen Ilkom Udinus menjadi narasumber dengan membawakan materi mengenai personal branding, pengelolaan citra diri, serta teknik komunikasi publik.

Wakil Dekan Bidang Akademik Faculty of Computer Science (FIK) Udinus, Dr. Ir. Pujiono, S.Si., M.Kom., IPM., ASEAN Eng., mengatakan kemampuan komunikasi menjadi bekal penting bagi guru dalam menjalankan perannya sebagai pendidik. Karena Guru tidak hanya mengajar anak-anak, tetapi juga mengajar untuk keberlanjutan masa depan bangsa.

“Personal branding bukan sekadar membangun citra, tetapi juga meninggalkan legacy yang baik di masyarakat. Sementara public speaking bukan hanya tentang berbicara, melainkan bagaimana setiap kata yang disampaikan membawa manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Perkuat Kompetensi Guru

Ketua Umum KKO PAUD Kota Semarang, Viveno Susilo, S.E., pada pelatihan ini menyebutkan bahwa perkembangan teknologi membuat guru perlu meningkatkan kemampuan komunikasi, termasuk dalam membangun citra diri di ruang digital.

“Dulu kita mungkin tidak terbiasa mengunggah foto maupun video di media sosial. Namun kini, tuntutan pekerjaan membuat kita harus mampu berbicara dengan baik dan membangun personal branding. Personal branding memiliki dua manfaat utama, yakni membangun citra diri yang positif sekaligus membuka peluang yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian KKO PAUD Kota Semarang, Murgiyanti, S.Pd., M.Pd., menilai kolaborasi bersama Ilmu Komunikasi Udinus membantu meningkatkan kompetensi komunikasi para pendidik. “Kami ingin para guru mampu membangun personal branding, tidak lagi malu untuk tampil, serta mampu membuat konten pembelajaran yang menarik,” ungkapnya. 

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Sumarsih dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal 16 Semarang, mengaku memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran melalui metode storytelling.

“Hal pertama yang akan saya implementasikan dalam pembelajaran adalah storytelling agar kegiatan belajar menjadi lebih menarik bagi anak-anak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kemampuan komunikasi guru sekaligus mendorong pembelajaran yang lebih kreatif dan adaptif di era digital. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Humas FIK Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa saja yang mengikuti pelatihan personal branding yang digelar Ilmu Komunikasi Udinus?
Pelatihan diikuti oleh pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kota Semarang bersama KKO PAUD Kota Semarang.

Apa materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut?
Sebanyak tujuh dosen Ilmu Komunikasi Udinus memberikan materi mengenai personal branding, pengelolaan citra diri, teknik public speaking, serta komunikasi publik bagi para pendidik.

Mengapa guru perlu memiliki kemampuan personal branding di era digital?
Personal branding membantu guru membangun citra positif, meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, serta memanfaatkan ruang digital untuk berbagi pembelajaran yang kreatif dan inspiratif.

Apa manfaat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan?
Peserta memperoleh wawasan baru dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, termasuk penerapan metode storytelling agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik bagi siswa.