Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menjalankan program pendampingan karier bagi 112 siswa kelas XII SMK Teuku Umar Semarang dari jurusan Bisnis Digital, Manajemen Perkantoran, dan Akuntansi. Kegiatan yang dilaksanakan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini mengusung konsep workshop interaktif berisi sesi pretest, pengenalan jalur pendidikan tinggi, strategi memilih jurusan, hingga informasi seleksi masuk perguruan tinggi seperti SNBT dan jalur mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pendidikan vokasi dan reguler, sekaligus kejelasan arah cita-cita dan pilihan pekerjaan mereka.
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesiapan pendidikan generasi muda melalui program pendampingan karier bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Faculty of Economics and Business (FEB) baru-baru ini.
Pengabdian tersebut dirancang khusus untuk membantu siswa kelas XII yang tengah menghadapi masa krusial dalam menentukan langkah pendidikan setelah lulus. Kegiatan kali ini diikuti oleh 112 siswa dari SMK Teuku Umar Semarang jurusan Bisnis Digital, Manajemen Perkantoran, dan Akuntansi.
Mengusung konsep workshops interaktif, kegiatan mencakup sesi pretest, pengenalan jalur pendidikan tinggi, strategi memilih jurusan, hingga informasi seleksi masuk perguruan tinggi seperti SNBT dan jalur mandiri. Program semacam ini turut mendukung education quality bagi siswa dari berbagai latar belakang sekolah, sekaligus mendorong reduced inequality dalam literasi karier di kalangan siswa SMK.

Ketua Tim PKM, Amalia Nur Chasanah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan atas minimnya bimbingan karier yang diterima siswa SMK selama ini. Keterbatasan informasi dan kurangnya bimbingan karier di sekolah kerap membuat siswa salah memilih jurusan.
“Ketika mereka salah memilih jurusan, akan berdampak pada rendahnya motivasi belajar bahkan risiko putus studi. Menurut kami, program semacam ini penting untuk direplikasi lebih luas ke berbagai SMK lain agar kesenjangan literasi karier dapat terus dipersempit,” ungkapnya.
Linda Ayu Oktoriza, S.E., M.M., selaku anggota tim pelaksana menambahkan, pendekatan partisipatif yang diterapkan tim membuat siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga diajak melakukan refleksi terhadap minat dan bakat mereka sendiri melalui asesmen serta diskusi kelompok.
“Lewat pendekatan ini, terbukti efektif membuka ruang bagi siswa untuk mengenali potensi dirinya sekaligus mengurangi pengaruh tekanan sosial, seperti ekspektasi keluarga maupun teman sebaya, dalam menentukan pilihan pendidikan,” imbuhnya.
Hasil dan Tindak Lanjut
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diukur. Siswa kini lebih memahami perbedaan pendidikan vokasi dan reguler, serta lebih mengenali minat dan bakat yang dimiliki. Selain itu, data menunjukkan para peserta mulai memiliki gambaran cita-cita serta pilihan pekerjaan yang lebih terarah dibanding sebelum mengikuti pendampingan, mencerminkan capaian education quality yang berpihak pada kebutuhan siswa vokasi.
Sementara itu, anggota tim yang juga merupakan dosen, Diana Puspitasari, S.E., M.M., menjelaskan bahwa program pendampingan karier ini menghasilkan luaran berupa publikasi pada jurnal pengabdian nasional terakreditasi Sinta 5, serta hak kekayaan intelektual (HKI) atas modul pendampingan yang digunakan selama kegiatan.
“Pengabdian juga tidak berhenti sampai sini saja, selanjutnya kami berharap model ini dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah kejuruan lain dalam memperkuat layanan bimbingan karier mereka guna mempersiapkan siswa SMK menghadapi transisi pendidikan tinggi secara lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan pengabdian ini turut melibatkan tiga mahasiswa Manajemen Udinus, yaitu Satria Afif Naufal Pramudya, Emira Imania Utami, dan Afrillya Margaretha Mangkawa, yang berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dengan pendekatan yang mengedepankan refleksi diri dan literasi digital, siswa SMK diharapkan mampu mengambil keputusan pendidikan yang lebih rasional dan sesuai dengan potensi masing-masing. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Udinus dalam mendukung pemerataan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Indonesia. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. Humas FEB Udinus)
FAQ
Apa tujuan program pendampingan karier ini?
Program ini bertujuan membantu siswa kelas XII SMK memahami pilihan jurusan dan jalur pendidikan tinggi, sekaligus mengurangi risiko salah pilih jurusan yang berdampak pada motivasi belajar dan risiko putus studi.
Siapa peserta dan siapa pelaksana kegiatan ini?
Peserta adalah 112 siswa kelas XII SMK Teuku Umar Semarang dari jurusan Bisnis Digital, Manajemen Perkantoran, dan Akuntansi. Kegiatan dilaksanakan oleh tim PKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus bersama tiga mahasiswa Manajemen Udinus.
Apa saja materi yang diberikan dalam kegiatan?
Materi mencakup sesi pretest, pengenalan jalur pendidikan tinggi, strategi memilih jurusan, asesmen minat dan bakat, diskusi kelompok, serta informasi seleksi masuk perguruan tinggi seperti SNBT dan jalur mandiri.
Apa luaran atau hasil nyata dari program ini?
Program ini menghasilkan publikasi pada jurnal pengabdian nasional terakreditasi Sinta 5 dan hak kekayaan intelektual (HKI) atas modul pendampingan, selain peningkatan pemahaman siswa terhadap pendidikan vokasi dan gambaran karier yang lebih terarah.






