Tita Talitha, dosen Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dinyatakan lulus dalam ujian terbuka program Doktor Teknik Industri Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Rabu (22/07/2026), setelah menempuh studi selama 3,5 tahun. Disertasinya mengangkat topik optimasi rantai pasok Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), menghasilkan model Decision Support System (DSS) untuk membantu pengambil kebijakan menentukan strategi produksi dan distribusi HVO yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dekan FT Udinus menyambut baik capaian ini sebagai penguatan kapasitas riset kampus di bidang rantai pasok energi berkelanjutan dan smart manufacturing.
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menambah jajaran dosen bergelar doktor. Tita Talitha, dosen Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Udinus, dinyatakan lulus dalam ujian terbuka program Doktor Teknik Industri pada Rabu (22/07/2026).
Ujian terbuka tersebut digelar di ruang sidang dan menjadi puncak dari masa studi doktoral yang ditempuh selama 3,5 tahun di Program Doktor Teknik Industri UNS. Selama menempuh studi, Tita tetap menjalankan tugas mengajar di FT Udinus.
Dalam disertasinya, Tita mengangkat topik optimasi rantai pasok Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), bahan bakar nabati berbasis minyak sawit yang menjadi salah satu andalan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Riset ini menjadi bagian dari upaya akademik dalam mendukung transisi energi bersih di sektor industri nasional.
“Penelitian ini menghasilkan model DSS (Decision Support System) untuk membantu pengambil kebijakan menentukan strategi produksi dan distribusi HVO yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tita menjelaskan bahwa topik tersebut dipilih karena besarnya potensi biofuel sawit di Indonesia yang masih menghadapi tantangan pada efisiensi rantai pasok, kualitas bahan baku, dan tuntutan pengurangan emisi karbon. Menurutnya, tantangan tersebut membutuhkan pendekatan berbasis data agar strategi produksi dan distribusi dapat dijalankan secara lebih terukur.
“Saya mengembangkan model yang dapat membantu pengambil keputusan menentukan strategi produksi dan distribusi HVO yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Model DSS yang dikembangkan mampu mengevaluasi berbagai skenario kebijakan, mulai dari penetapan carbon tax, alokasi produksi antara reguler dan green biorefinery, hingga perencanaan kapasitas produksi dan distribusi HVO. Riset ini turut mendukung agenda affordable and clean energy , as well as climate action dalam pembangunan berkelanjutan.
Apresiasi Dekan FT
Menanggapi bertambahnya kualifikasi doktor di lingkungan FT Udinus, Prof. Ir. Heru Agus Santoso, Ph.D., IPM, ASEAN Eng., selaku Dekan FT Udinus, berharap capaian ini turut memperkuat kapasitas riset di lingkungan kampus, khususnya pada bidang rantai pasok energi berkelanjutan dan smart manufacturing, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas dengan industri dan pemerintah. Ia menilai perkembangan riset di bidang tersebut sejalan dengan kebutuhan industri terhadap solusi rantai pasok energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi capaian luar biasa Dr. Tita Talitha yang telah menyelesaikan studi doktoralnya tepat waktu di tengah kesibukan menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi. Keberhasilan ini menjadi wujud nyata komitmen FT Udinus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat kapasitas riset, khususnya pada bidang rantai pasok energi berkelanjutan dan smart manufacturing,” tegas Prof. Heru. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas FT Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Tita Talitha dan apa capaian terbarunya?
Tita Talitha adalah dosen Program Studi Teknik Industri FT Udinus yang dinyatakan lulus program Doktor Teknik Industri di UNS pada Rabu (22/07/2026), setelah menempuh studi selama 3,5 tahun sambil tetap mengajar di Udinus.
Apa topik riset disertasi Tita Talitha?
Disertasinya mengangkat topik optimasi rantai pasok Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), bahan bakar nabati berbasis minyak sawit yang menjadi andalan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Apa hasil atau manfaat utama dari riset ini?
Riset ini menghasilkan model Decision Support System (DSS) yang mampu mengevaluasi berbagai skenario kebijakan, mulai dari carbon tax, alokasi produksi reguler dan green biorefinery, hingga perencanaan kapasitas produksi dan distribusi HVO.
Apa tanggapan Dekan FT Udinus atas capaian ini?
Dekan FT Udinus, Prof. Ir. Heru Agus Santoso, Ph.D., menyambut baik capaian ini sebagai penguatan kapasitas riset kampus di bidang rantai pasok energi berkelanjutan dan smart manufacturing, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dengan industri dan pemerintah.






