Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) pada Sabtu (27/06/2026) hingga Minggu (28/06/2026). Kegiatan bertema “Building a Responsive and Caring Spirit through First Aid Training” ini dilaksanakan langsung di Barak Militer Lapangan Tembak TNI AD Tembalang.

Pelatihan gawat darurat ini didasari oleh urgensi bahwa calon tenaga kesehatan dituntut memiliki kemampuan mumpuni dalam memberikan perawatan sementara yang cepat di tempat kejadian. Tindakan penanganan medis dasar yang benar dinilai krusial untuk mencegah kecacatan dan menyelamatkan nyawa, yang juga sejalan dengan kewajiban moral pada Pasal 531 KUHP.

Ketua Acara, Daniel Evan Prasetya menjelaskan bahwa kegiatan dua hari ini dirancang secara komprehensif dengan memadukan penyampaian teori umum, empat sesi skill station, praktik lapangan, hingga pentas seni. Ia menegaskan bahwa peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi, melainkan langsung diuji pemahamannya melalui simulasi serta evaluasi pre-test and post-test agar benar-benar sigap. Aktivitas intensif ini dirancang sebagai bentuk learning opportunities and empowerment bagi mahasiswa kesehatan agar memiliki ketangguhan mental serta fisik yang mumpuni.

Dalam pelaksanaan pelatihannya, mahasiswa menerima materi secara rinci mulai dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) hingga prosedur Bantuan Hidup Dasar (BHD). Selain itu, peserta difasilitasi untuk mempraktikkan teknik evakuasi korban secara aman dan penanganan spesifik pada kasus patah tulang, luka bakar, gigitan ular, hingga metode Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Dosen pendamping kegiatan, Dr. Ika Pantiawati, S.Si.T., M.Kes. menekankan bahwa penguasaan materi P3K merupakan kompetensi wajib bagi mahasiswa sebelum mengikuti praktik klinik maupun pengabdian masyarakat. Ia berharap pelatihan praktik BHD dan penanganan kondisi kritis ini mampu membentuk tenaga kesehatan yang tanggap, kompeten, dan selalu siap mengutamakan keselamatan pasien.

Selain meningkatkan kemampuan teknis secara medis, pelatihan di lingkungan militer ini juga berperan penting dalam membentuk sikap profesional, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Keseluruhan rangkaian kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mampu bekerja sama dalam tim serta mengambil keputusan secara cepat di tengah masyarakat. Langkah konkret ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan public health (kesehatan masyarakat) di Indonesia. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas FKes Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama diadakannya pelatihan P3K oleh BEM Fakultas Kesehatan Udinus?
Tujuannya adalah membekali calon tenaga kesehatan dengan keterampilan medis dasar yang cepat dan tepat di tempat kejadian guna mencegah kecacatan dan menyelamatkan nyawa sebelum korban mendapat penanganan lanjutan.

Mengapa pelatihan gawat darurat ini dilaksanakan di barak militer TNI AD?
Selain untuk melatih kompetensi teknis medis, pemilihan lokasi militer bertujuan membentuk karakter profesional, kedisiplinan tinggi, ketahanan fisik, serta tanggung jawab dalam mengambil keputusan cepat di bawah tekanan.

Materi dan keterampilan darurat apa saja yang dipelajari oleh peserta selama dua hari?
Mahasiswa mempelajari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Bantuan Hidup Dasar (BHD), teknik evakuasi aman, serta penanganan kasus spesifik seperti patah tulang, luka bakar, gigitan ular, dan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Bagaimana panitia memastikan peserta benar-benar memahami materi yang diberikan?
Panitia menerapkan sistem evaluasi melalui pre-test and post-test tertulis serta menguji kesiapan mereka secara langsung lewat sesi simulasi taktis (skill station) dan praktik di lapangan.