Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) resmi ditunjuk oleh perusahaan teknologi asal Australia, 2U.Chat, sebagai lokasi perdana di Indonesia untuk peluncuran uji coba (pilot test) aplikasi media sosial berbasis Artificial Intelligence (AI). Kerja sama strategis ini diresmikan melalui penandatanganan MoU di Gedung H Udinus. Uji coba yang difokuskan pada fitur penerjemahan langsung (live translation) ini melibatkan mahasiswa lokal dan internasional untuk mengevaluasi performa sistem dan akurasi bahasa selama empat minggu ke depan.
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dipercaya oleh perusahaan teknologi global asal Australia, 2U.Chat, sebagai salah satu kampus pertama di Indonesia untuk melakukan pilot test atau uji coba aplikasi media sosial berbasis Artificial Intelligence (AI). Pemilihan Udinus sebagai lokasi “Launch Pilot Project” yang berlangsung baru-baru ini didasarkan pada keunggulan akademiknya di bidang teknologi, dengan melibatkan mahasiswa Udinus dari mancanegara.
Berlangsung di Aula Gedung H Lantai 7 Udinus, kerja sama strategis ini resmi dimulai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama, dan Inovasi Udinus, Dr. Ir. Dwi Eko Waluyo, M.M. bersama Executive Director 2U.Chat, Mr. Philip. Momen peresmian ini turut disaksikan oleh CEO PT Digital Syariah Indonesia (Indonesia Blockchain Center), Hambali, beserta seluruh peserta sebelum dibukanya rangkaian acara uji coba.

Keterlibatan mahasiswa Udinus yang dinilai sudah sangat familier dengan ekosistem digital dan teknologi AI diharapkan mampu membuat pengoperasian serta evaluasi inovasi terbaru dari 2U.Chat ini menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan efektif. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi institusi dalam membangun global partnership guna mengakselerasi transfer teknologi di lingkungan akademis.
Perwakilan Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Udinus, Fauzi Adi Rafrastara, M.Cs. menyatakan bahwa program ini melibatkan mahasiswa lintas program studi yang dibagi ke dalam empat klaster bahasa untuk menguji versi beta, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan Thailand. Langkah kolaboratif ini dinilai sangat sejalan dengan arah pengembangan masa depan kampus.
“Jadi ini sangat relate dengan keunggulan kampus Udinus di mana kita juga fokus di bidang AI, baik itu di Faculty of Computer Science maupun Faculty of Engineering. Bahkan, di teknik sekarang sudah ada S2 AI. Jadi, ini sangat bagus untuk Udinus dan mahasiswa Udinus ke depannya,” ujar Fauzi pada Senin (12/07/2026).
Sinergi Lintas Negara
Potensi besar yang dimiliki oleh sivitas akademika Udinus ini dinilai sangat ideal dengan kebutuhan pengembangan platform digital global tersebut. Oleh karena itu, pihak pengembang melihat kesiapan ekosistem serta pemahaman mendalam mahasiswa terhadap teknologi sebagai kunci utama keberhasilan masa uji coba.
Executive Director 2U.Chat, Mr. Philip menegaskan bahwa pemilihan kampus berbasis teknologi merupakan langkah yang disengaja demi menyempurnakan performa aplikasi mereka. Keterlibatan aktif mahasiswa teknologi dinilai krusial karena mereka memiliki kepekaan tinggi dalam melakukan stress test pada sebuah sistem.
“Memulai dari universitas yang berfokus pada teknologi juga merupakan hal yang disengaja karena kami ingin menyempurnakan aplikasi dan memperbaiki sistem yang error or bug yang ada. Kami ingin mendeteksi apakah ada ketidaksesuaian dalam alur kerja kami maupun dalam pengalaman pengguna,” ungkap Philip.
Sementara itu, Strategic Advisor 2U.Chat, Simon Zeng menerangkan bahwa Indonesia, dengan ratusan bahasa daerahnya, merupakan lokasi terbaik untuk menguji fitur aplikasinya yang sedang berfokus pada live translation (penerjemahan langsung). Ia menilai umpan balik dari para mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memetakan tingkat akurasi penerjemahan AI, khususnya pada dialek lokal, guna menyempurnakan produk digital innovation yang inklusif.
“Kami percaya dengan bahasa-bahasa utama pada tahap ini, tingkat akurasinya berkisar antara 70 persen hingga 99 persen. Melalui program uji coba ini, semakin banyak laporan ketidakakuratan yang kami terima, akan semakin membantu kami menyempurnakan model AI kami ke depannya,” jelas Simon.
Evaluasi berkala selama masa uji coba akan dilakukan dalam kurun waktu empat minggu. Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman teknis berharga sekaligus pembuktian langsung atas performa fitur penerjemahan tersebut di lingkungan kampus. Manfaat nyata dari inovasi ini dirasakan langsung oleh kelompok mahasiswa internasional yang sehari-hari menghadapi tantangan perbedaan bahasa saat menempuh studi.

Terlihat dari respons positif salah satu mahasiswa asing asal Afghanistan yang sedang menempuh studi Magister Teknik Informatika Udinus, Sayed Rahman Hamid. Sebagai salah satu partisipan, ia merasa inovasi ini sangat membantu mempermudah adaptasi komunikasinya lintas negara.
“Bagi saya sebagai orang asing, saya sudah sangat senang bisa mencoba dan bisa menerjemahkan kata-kata atau kalimat ke beberapa bahasa lain. Tampilan aplikasinya sudah bagus walaupun ada beberapa bug. Semoga sistem ini bisa terus dioptimalkan karena menurut saya praktis untuk digunakan,” tutur Sayed. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa alasan utama 2U.Chat memilih Udinus sebagai lokasi peresmian “Launch Pilot Project”?
Udinus dipilih karena keunggulan dan fokus akademiknya yang kuat di bidang teknologi dan Artificial Intelligence (AI), serta kesiapan mahasiswanya dalam mengevaluasi (stress test) sistem digital.
Fitur utama apa yang sedang diuji coba oleh mahasiswa dalam aplikasi 2U.Chat?
Uji coba berfokus pada pengujian fitur live translation (penerjemahan langsung) berbasis AI untuk mendeteksi tingkat akurasi bahasa dan memperbaiki potensi eror pada sistem.
Berapa lama masa uji coba berlangsung dan bahasa apa saja yang diuji?
Masa uji coba dan evaluasi akan berlangsung selama empat minggu, mencakup pengujian versi beta pada empat klaster bahasa: Indonesia, Inggris, Jepang, dan Thailand.
Siapa saja perwakilan penting yang meresmikan kerja sama strategis ini?
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Rektor IV Udinus, Dr. Ir. Dwi Eko Waluyo, M.M. bersama Executive Director 2U.Chat, Mr. Philip, serta disaksikan oleh CEO PT Digital Syariah Indonesia, Hambali.






